Wasit Ngasih Tambahan Waktu 7 Menit karena “Ada yang Lupa Nyalain Lampu”: Fair Play atau Settingan Rumah?

Kamu baru saja menyaksikan laga Bahrain vs Timnas Indonesia yang berakhir 2-2 di Bahrain National Stadium. Indonesia sempat unggul lewat Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick, lalu Bahrain menyamakan lewat Mohammed Marhoon pada menit 90+9.
Di layar terpampang enam menit ekstra, namun wasit Ahmed Al-Kaf menambah durasi sehingga momen krusial berubah. Situasi ini memantik debat soal penerapan aturan IFAB dan dugaan settingan rumah.
Kamu akan dijelaskan mengapa injury time ditulis sebagai angka minimum dan bagaimana wasit bisa memperpanjang babak tergantung bola hidup-mati, pergantian, dan gangguan permainan.
Pembahasan ini mengajak kamu menilai: apakah keputusan itu penerapan regulasi yang benar atau sebuah momen yang merugikan satu tim di level piala dunia kualifikasi.
Kronologi Laga Bahrain vs Timnas Indonesia: Gol 90+9 di Tengah Tambahan Waktu Enam Menit
Di Bahrain National Stadium, pertandingan sepak bola Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir 2-2. Indonesia sempat unggul lewat Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick, sebelum Mohammed Marhoon mencetak dua gol untuk Bahrain.
Fourth official menampilkan angka enam sebagai durasi tambahan. Namun gol penyeimbang Bahrain hadir pada menit 90+9, sehingga terjadi selisih antara papan dan realita lapangan.
Detil jalannya pertandingan
Kamu akan mengikuti alur sejak kick-off hingga skor imbang. Permainan sepak berubah taktis menjelang akhir babak kedua.
- Skor awal dan perubahan: Indonesia unggul 2-1 sebelum drama akhir.
- Pemain kunci: Ragnar dan Struick berperan dalam mencetak gol bagi tim tamu.
- Pengelolaan injury time: interupsi kecil, pergantian pemain, dan keputusan wasit memengaruhi durasi efektif.
| Menit | Kejadian | Dampak pada pertandingan |
|---|---|---|
| 80–88 | Tekanan kedua tim, beberapa pergantian pemain | Ritme permainan kerap terputus |
| 90+6 (papan) | Fourth official menampilkan angka enam | Tim mulai menyesuaikan strategi bertahan/serang |
| 90+9 | Mohammed Marhoon mencetak gol penyama | Skor imbang 2-2; PSSI berencana protes ke AFC |
Reaksi publik dan tim berkaitan dengan keputusan wasit Ahmed Al-Kaf. Kamu akan menilai apakah keputusan wasit tambahan di lapangan mengikuti aturan atau menimbulkan kecurigaan.
Apa Kata IFAB soal Stoppage Time: Aturan, Ruang Diskresi Wasit, dan Batasan
Penentuan stoppage time bukan sekadar angka di papan — aturan IFAB memberi panduan dan ruang diskresi untuk wasit. Kamu harus tahu bahwa wasit menghitung kompensasi dari berbagai gangguan yang terjadi sepanjang babak.
Faktor yang sah menambah injury time
IFAB menyebutkan beberapa penyebab sah untuk menambah menit babak, antara lain:
- cedera dan evakuasi pemain;
- pergantian pemain serta time wasting;
- pemeriksaan dan peninjauan oleh video assistant referee;
- selebrasi gol, kartu kuning, dan cooling break terukur.
Klausul kunci dan batasan
Waktu tambahan ditampilkan sebagai minimum. Wasit keempat menunjukkan angka, namun wasit di lapangan boleh menambah jika masih ada pengurangan menit efektif.
| Istilah | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| injury time | Kompensasi akhir babak | cedera, pergantian pemain |
| extra time | 2×15 menit bila perlu pemenang | pertandingan gugur Piala Dunia |
| adu penalti | Menentukan pemenang setelah extra time | shootout jika skor tetap imbang |
Kamu sekarang punya kerangka untuk menilai keputusan wasit babak. Dengan memahami prinsip IFAB, perdebatan soal penambahan injury time pada laga piala dunia bisa dinilai berdasarkan aturan, bukan asumsi semata.
Bagaimana Aturan Diterapkan di Laga Bahrain vs Indonesia

Keputusan wasit pada akhir babak memicu perdebatan karena papan menampilkan angka enam, tetapi gol penyeimbang terjadi pada 90+9.
Wasit memiliki diskresi untuk menambah di atas angka yang ditunjukkan oleh official. Penilaian itu berdasarkan durasi efektif yang hilang akibat gangguan, pergantian, atau protes di lapangan.
Subjektivitas, bukti kecil, dan reaksi tim
- Wasit dapat memperpanjang jika masih terjadi insiden yang mengurangi permainan aktif meski papan sudah terpasang.
- Banyak pengamat tidak melihat insiden besar setelah angka enam, sehingga keputusan wasit dipertanyakan oleh kubu Indonesia.
- Peristiwa kecil—pelanggaran ringan, pergantian pemain, protes—sering menambah detik demi detik pada durasi efektif.
- PSSI mengumumkan rencana protes ke AFC setelah skor imbang tercipta di momen itu.
| Kejadian | Waktu pada papan | Dampak pada pertandingan |
|---|---|---|
| Papan menunjukkan enam | 90+6 | Strategi berubah; tim bertahan atau serang |
| Gol penyeimbang | 90+9 | Hasil berubah jadi skor imbang |
| Protes PSSI | Pasca-laga | Surat ke AFC untuk klarifikasi |
Tambahan Waktu 7 Menit Fair Play — Fair atau Settingan?

Akhir pertandingan itu membuka diskusi tajam tentang batas diskresi wasit dan transparansi perhitungan durasi.
Argumen untuk integritas permainan
Menurut IFAB, wasit boleh menambah waktu di luar angka papan jika ada pengurangan waktu sah. Ini mencakup pergantian pemain, cedera, review dari video assistant referee, selebrasi gol, atau gangguan teknis.
Dalam konteks pertandingan sepak bola, penambahan seperti itu bisa menjaga durasi efektif babak agar kedua tim mendapat kesempatan bermain yang adil.
Argumen soal kecurigaan dan teknis
Publik mencurigai penghitungan yang tidak transparan bila gol tuan rumah muncul pada menit ekstra yang dipersoalkan. Analisis pihak ketiga juga menunjukkan ketidakakuratan umum pada praktik injury time di laga modern.
- Isu teknis seperti lampu stadion atau komunikasi wasit masuk kategori gangguan yang dapat dikompensasi.
- Tanpa dokumentasi kronologi interupsi yang jelas, persepsi bias mudah muncul.
| Aspek | Bukti sah | Risiko kontroversi |
|---|---|---|
| Pergantian | Waktu berhenti tercatat | Bias minimal |
| VAR / video assistant | Durasi review dapat diperhitungkan | Variasi antar pertandingan |
| Gangguan teknis | Termasuk lampu dan komunikasi | Persepsi settingan jika tanpa bukti |
Kesimpulannya, kamu harus memeriksa kronologi faktual: ada pergantian, pelanggaran, atau gangguan nyata setelah angka papan? Tanpa itu, polemik mengenai keputusan wasit akan terus muncul dan menuntut standar timing yang lebih terukur.
Data dan Tren: Mengapa Injury Time Bisa Panjang di Sepak Bola Modern

Angka-angka dari Piala Dunia 2018 mengungkap pola jelas: banyak interupsi yang menumpuk sepanjang pertandingan sepak bola. FiveThirtyEight mencatat 3.194 penghentian dalam 32 laga — sekitar satu kejadian tiap 58 detik.
Rata-rata injury time yang diberikan adalah 6:59, sementara estimasi waktu yang seharusnya dikompensasikan mencapai 13:10. Selisih ini memicu permintaan transparansi dari penonton dan pengamat.
Faktor yang memperpanjang durasi
VAR, cooling break (90 detik–3 menit), dan gangguan eksternal seperti masalah lampu stadion menambah waktu berhenti permainan sepak. Aktivitas yang paling memakan waktu adalah free-kick, goal-kick, dan throw-in.
| Kategori | Rata‑rata waktu per kejadian | Kontribusi total (perkiraan) |
|---|---|---|
| Throw-in | 20 detik | ~4 menit per pertandingan |
| Goal-kick | 30 detik | ~6 menit per pertandingan |
| Free-kick | 60 detik | ~10 menit 29 detik per pertandingan |
Kamu perlu menyadari bahwa akumulasi interupsi dan taktik mengulur waktu membuat stoppage time lebih panjang. Peran wasit dan assistant referee penting untuk mencatat setiap gangguan supaya penambahan injury adil bagi kedua tim.
Reaksi, Protes PSSI ke AFC, dan Implikasinya bagi Klasemen serta Jadwal Grup C

PSSI melalui anggota Exco Arya Sinulingga menyatakan kekecewaan dan bakal melayangkan protes resmi ke AFC terkait kepemimpinan wasit Ahmed Al-Kaf. Kamu mendapat penjelasan bahwa protes itu fokus pada keputusan wasit babak akhir yang berujung gol tuan rumah.
Hasil seri 2-2 mengubah perolehan poin Indonesia di klasemen Grup C. Dua poin potensial hilang, sehingga posisi dan peluang tim di kualifikasi piala dunia ikut terpengaruh.
Kamu juga perlu melihat jadwal Grup C berikutnya. Laga melawan China (15 Oktober 2024, 19:00 WIB) dan kalender hingga Maret–Juni 2025 termasuk Indonesia vs Bahrain (25 Maret 2025) serta Jepang vs Indonesia (10 Juni 2025) akan menentukan nasib tim.
- Kanal protes: laporan resmi ke AFC disertai bukti kronologi dan rekaman pertandingan.
- Peran FIFA/konfederasi: menilai laporan dan konsistensi penerapan aturan across pertandingan.
- Assistant referee dan perangkat pertandingan lain bisa dievaluasi dalam proses banding.
| Aspek | Dampak | Implikasi |
|---|---|---|
| Protes resmi PSSI | Klarifikasi dari AFC | Potensi rekomendasi atau penjelasan publik |
| Hasil 2-2 | Poin berkurang | Perubahan posisi dan strategi di klasemen |
| Jadwal Grup C | Beberapa laga kunci | Kesempatan kebangkitan atau tekanan tambahan |
Secara psikologis, keputusan wasit bisa memengaruhi moral pemain dan strategi tim. Namun skor imbang tandang tetap bernilai; kamu harus menilai skenario alternatif saat menilai dampak jangka panjang.
Kesimpulan
Kontroversi soal perpanjangan durasi pada pertandingan sepak bola ini menegaskan pentingnya transparansi dalam pencatatan waktu. Aturan IFAB memang memberi ruang bagi wasit untuk menambah menit di atas angka papan jika ada interupsi sah.
Kamu dapat melihat kasus Bahrain vs Indonesia—gol di 90+9 setelah papan enam—sebagai cermin tantangan akuntansi waktu. PSSI mengajukan protes karena hasil skor imbang mengubah nasib tim di kualifikasi piala dunia.
Perdebatan berputar antara kompensasi waktu yang hilang dan kecurigaan bila penjelasan tidak komunikatif. Untuk mengurangi polemik, butuh dokumentasi yang lebih presisi dan teknologi pencatatan yang ketat.
Di akhir, kamu diingatkan agar wasit, pemain, dan federasi menjaga integritas permainan sepak bola melalui penerapan aturan yang konsisten dan jelas.






