Gubernur Banten dan Menko PMK Tinjau Pelabuhan Merak untuk Optimasi Infrastruktur

Memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026, Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur, Achmad Dimyati Natakusumah, meninjau kesiapan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Mereka juga mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK, Pratikno, dan sejumlah pemimpin lembaga negara dalam peninjauan ini, menunjukkan komitmen penuh dalam optimasi infrastruktur pelabuhan Merak.
Delegasi Pemeriksaan Pelabuhan Merak
Peninjauan ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Diantaranya adalah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Teuku Faisal Fathani.
Rombongan tersebut meninjau beberapa titik strategis di Pelabuhan Merak, terutama Terminal Eksekutif yang menjadi jalur utama penyeberangan kendaraan kecil dan pejalan kaki menuju Pulau Sumatra. Rombongan juga melakukan pengecekan pada armada kapal yang akan beroperasi selama masa arus mudik Lebaran untuk memastikan pelayanan penyeberangan berjalan optimal.
Menko PMK dan Target Mudik Lebaran
Menko PMK, Pratikno, menyatakan bahwa peninjauan ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi peningkatan pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran. Survei Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik pada tahun ini mencapai lebih dari 143 juta orang, namun angka ini berpotensi lebih tinggi saat realisasi di lapangan.
“Target kita tentu saja agar mudik berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat,” kata Pratikno. Ia juga menyebutkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi sekitar 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan akan berlangsung pada akhir Maret. Dengan rentang waktu mudik yang cukup panjang, pemerintah berharap pergerakan masyarakat bisa tersebar pada beberapa hari sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu waktu tertentu.
Strategi Pemerintah Untuk Menyebarkan Arus Mudik
Pratikno menjelaskan beberapa strategi yang ditujukan untuk mendistribusikan arus mudik secara merata. Beberapa di antaranya adalah dengan memanfaatkan akhir pekan, kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), cuti bersama, serta libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan semua pihak dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk faktor cuaca dan kondisi operasional pelabuhan. Petugas harus responsif dalam melayani pemudik jika terjadi kendala di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi serta arahan petugas agar perjalanan mudik berjalan aman, nyaman, lancar, dan selamat,” pungkasnya.
Langkah Antisipasi Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa beberapa langkah telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang di kawasan Pelabuhan Merak. Dalam persiapan arus mudik tahun ini, pihaknya melakukan sejumlah penguatan fasilitas pendukung, termasuk penambahan zona penyangga (buffer zone) untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan.
Pemerintah juga menyiapkan beberapa pelabuhan alternatif sebagai langkah antisipasi jika terjadi antrean panjang di Pelabuhan Merak. Salah satu contohnya adalah penggunaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon sebagai jalur menuju pelabuhan. “Selain itu, ada pelabuhan yang bisa dijadikan alternatif ketika kondisi antrean cukup panjang, yaitu Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera,” ungkap Listyo.
Pentingnya Pusat Komando dan Media Selama Arus Mudik
Kapolri juga menyoroti pentingnya keberadaan pusat komando (command center) dan pusat media (media center) selama masa arus mudik. Menurutnya, kedua fasilitas tersebut memiliki peran vital dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh kebijakan bisa tersosialisasi secara luas,” ujarnya. Dengan demikian, upaya optimasi infrastruktur pelabuhan Merak dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.