Audiensi Bupati Solok Selatan: Sekda Sumbar Tegaskan Komitmen Percepatan Infrastruktur 2027

Pembangunan infrastruktur yang efektif dan terintegrasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan komitmennya untuk mempercepat percepatan infrastruktur 2027 melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah kabupaten dan kota. Audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, dan Bupati Solok Selatan, Khairunas, menjadi momen penting dalam membahas berbagai usulan pembangunan yang strategis untuk wilayah tersebut.
Perkuat Sinergi untuk Percepatan Pembangunan
Pada pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Padang, pada tanggal 9 Juni 2026, Arry Yuswandi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Ia menyatakan bahwa sinergi ini sangat diperlukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Diskusi dalam audiensi tersebut difokuskan pada sejumlah proyek infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi dan dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas serta aksesibilitas di Kabupaten Solok Selatan. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengakses berbagai layanan dan peluang ekonomi yang lebih baik.
Harmonisasi Program untuk Efektivitas Pembangunan
Arry Yuswandi menggarisbawahi bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih efektif, diperlukan harmonisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian, setiap usulan yang diajukan dapat disesuaikan dengan rencana pembangunan provinsi, prioritas program, dan ketersediaan anggaran yang ada.
- Memfasilitasi kebutuhan daerah.
- Menyesuaikan dengan rencana pembangunan provinsi.
- Mendukung efektivitas pelaksanaan program.
- Menciptakan sinergi antar pemerintah daerah.
- Meningkatkan pemerataan pembangunan.
Respons terhadap Bencana Hidrometeorologi
Dalam kesempatan tersebut, Arry juga menyampaikan informasi mengenai dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar pada akhir tahun 2025. Bencana tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kehilangan jiwa, tetapi juga memberikan tekanan berat terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan data dari Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp33,55 triliun, dengan kebutuhan anggaran pemulihan mendesak sebesar Rp21,44 triliun. Hal ini menunjukkan urgensi dan pentingnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih resilient.
Komitmen Pendanaan dari Pemerintah Pusat
Untuk mendukung pemulihan pascabencana, pemerintah pusat telah berkomitmen untuk mengalokasikan dana sekitar Rp18 triliun yang akan disalurkan secara bertahap antara tahun 2026 hingga 2028. Selain itu, penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 juga memberikan Kabupaten Solok Selatan tambahan anggaran sebesar Rp80,9 miliar, yang diharapkan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang diperlukan.
Pembangunan Infrastruktur di Solok Selatan
Pemerintah Provinsi Sumbar saat ini telah mengalokasikan total sekitar Rp7,4 miliar untuk berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Solok Selatan. Dana ini akan digunakan melalui beberapa perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, serta Dinas Sumber Daya Air.
Salah satu proyek prioritas yang telah dimulai pada tahun 2026 adalah pembangunan jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh. Dengan alokasi anggaran awal sebesar Rp4,3 miliar, proyek ini diharapkan dapat memberikan akses yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Arry menekankan bahwa pembangunan jalan ini merupakan langkah awal dalam upaya meningkatkan konektivitas kawasan tersebut.
Pentingnya Pembangunan Jalan untuk Ekonomi Daerah
Pembangunan ruas jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan akses, tetapi juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam pernyataannya, Arry Yuswandi menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mengutamakan proyek ini, seiring dengan pentingnya infrastruktur dalam menghubungkan daerah yang terpencil.
Program Rehabilitasi Irigasi untuk Pertanian
Selain proyek jalan, alokasi anggaran sekitar Rp2,9 miliar juga diperuntukkan bagi rehabilitasi infrastruktur irigasi. Program ini mencakup rehabilitasi jaringan irigasi di Bandar Bangko dan Sawah Padang, yang bertujuan untuk mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat setempat.
Arry menjelaskan bahwa rehabilitasi irigasi ini sangat krusial dalam meningkatkan hasil pertanian, yang merupakan salah satu sumber utama pendapatan masyarakat. Dengan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan hasil pertanian akan meningkat, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Program Pembangunan Lainnya di Solok Selatan
Dalam konteks pembangunan yang lebih luas, Arry mengungkapkan bahwa total anggaran untuk seluruh program pembangunan di Kabupaten Solok Selatan mencapai Rp7,4 miliar. Berbagai program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Arah Pembangunan untuk Tahun 2027
Menyongsong tahun 2027, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan tema pembangunan yang berfokus pada “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial, dan Ketahanan Pangan.” Tema ini mencerminkan komitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian, penguatan UMKM, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Fokus utama dari pembangunan ini adalah:
- Peningkatan produktivitas pertanian.
- Transformasi ekonomi desa berbasis koperasi.
- Pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan.
- Peningkatan akses layanan dasar.
- Pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Apresiasi dari Bupati Solok Selatan
Bupati Solok Selatan, Khairunas, memberikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pembangunan daerahnya. Ia berharap pembangunan jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dapat terus menjadi prioritas, mengingat pentingnya aksesibilitas bagi masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Khairunas juga berharap agar proyek ini dapat dilanjutkan pada tahun 2027 jika tidak dapat diselesaikan pada tahun 2026. Ia menekankan bahwa jalan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi di daerahnya.
Harapan untuk Dukungan Pembiayaan yang Berkelanjutan
Bupati juga berharap agar Pemerintah Provinsi Sumbar dapat terus memperjuangkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat. Hal ini termasuk melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, yang diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan.
Partisipasi Stakeholder dalam Audiensi
Audiensi yang berlangsung ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mempercepat percepatan infrastruktur 2027 dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat.
